-->

Ads 720 x 90

Fiksioner Free Blogger Theme Download

Wikarna / Wisalaksa

ARYA WIKARNA dalam cerita pedalangan disebut dengan Arya Wisalaksa. Ia adalah putra Prabu Drestarasta, raja negara Astina dengan Dewi Gandari, putri Prabu Gandara dengan Dewi Gandini dari negara Gandaradesa. Ia mempunyai saudara sebanyak 100 orang (99 orang laki-laki dan 1 orang wanita) yang disebut Sata Kurawa. Diantara saudara-saudaranya yang dikenal dalam pedalangan adalah ; Duryudana (raja negara Astina), Bogadatta (raja negara Turilaya), Bomawikata, Wikataboma, Citraksi, Citraboma, Citrayuda,Citraksa, Carucitra, Dursasana (Adipati Banjarjumut), Durmagati, Durmuka, Durgempo, Gardapati (raja negara Bukasapta), Gardapura, Kartamarma (raja negara Banyutinalang), Kartadenta, Surtayu, Surtayuda, Windandini (raja negara Purantara) dan Dewi Dursilawati.

Wikarna memiliki perwatakan ; pemberani, jujur, suka berterus terang dan teguh dalam pendirian. Selain sakti, ia juga mahir mempergunakan senjata panah. Ketika menyaksikan Dewi Drupadi diperlakukan tidak manusiawi oleh Dursasana akibat Prabu Yudhistira kalah dalam permainan dadu melawan Arya Sakuni, dengan sikap gagah dan kesatria, Wikarna mengutuk perbuatan Dursasana. Ia juga membongkar kecurangan yang dilakukan Arya Sakuni, dan semua rencana jahat Kurawa yang akan memcelakakan keluarga Pandawa. Sikapnya itu ditentang oleh Adipati Karna, raja negara Awangga yang menyebabkan permusuhan diantara mereka.

Pada saat berlangsungnya perang Bharatayuda, Wikarna memihak kepada Pandawa dan menentang tindakan Kurawa yang dianggapnya keliru. Ia gugur dalam pertempuran melawan Adipati Karna. Tubuhnya hancur terkena panah Kyai Wijayacapa.
Semoga artikel Wikarna / Wisalaksa bisa menambah wawasan bagi sobat mbudayajawa yang mampir kesini, kalau sobat mbudaya jawa mempunyai cerita tentang tradisi, kesenian, budaya yang terdapat di daerah sobat mbudayajawa bisa langsung di kirimkan ke mengenalbudayajawa@gmail.com

Jangan lupa klik tombol di bawah ini untuk share ke teman-teman dan bersama kita lestarikan budaya kita sendiri agar tidak hilang oleh jaman.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter