-->

Ads 720 x 90

Fiksioner Free Blogger Theme Download

Pendadaran Siswa Sokalima

Pendeta Drona mengadakan pendadaran di Padepokan Sokalima, untuk mengetahui kemahiran para siswanya (Pandawa dan Kurawa). Adapun aturan mainnya, bahwa di dalam bertanding tidak boleh didasari rasa dendam; boleh menyakiti tetapi tidak boleh membunuh. Pendadaran segera dimulai. Dalam hal permainan keris, arjuna yang tertangkas; permainan gada, Bima yang terbaik; memanah, Arjuna yang paling tepat.

Karna anak sais kereta Adirata iri mengetahui kemampuan Arjuna. Arjuna ditantangnya untuk bertanding. Mendengar tantangan Karna, Bima mencaci maki serta menyatakan bahwa Karna tidak pantas bertanding dengan Arjuna, sebab Karna hanyalah anak sais kereta, bukan keturunan bangsawan.

Kurupati bangga keberanian Karna, maka ketika mendengar ucapan Bima, ia segera menobatkan Karna sebagai adipati. Karna diminta menantang Arjuna kembali. Arjunapun tak dapat menolaknya. Terjadilah perang tanding, keduanya sama-sama sakti. Akhirnya Drona terpaksa menghalau Karna, dengan alasan bahwa Karna bukan siswa Sokalima.

Pendadaran dilanjutkan kembali. Arjuna melawan Kartamarma, Arjuna menang. Bima melawan Kurupati, seimbang. Kurawa kemudian mengeroyok Bima. Melihat Bima dikeroyok, Kakrasana dan Narayana (putra Basudewa) yang saat itu menyaksikan pendadaran terpaksa membantu Bima, sehingga Kurawa dibuat kalang kabut.
Semoga artikel Pendadaran Siswa Sokalima bisa menambah wawasan bagi sobat mbudayajawa yang mampir kesini, kalau sobat mbudaya jawa mempunyai cerita tentang tradisi, kesenian, budaya yang terdapat di daerah sobat mbudayajawa bisa langsung di kirimkan ke mengenalbudayajawa@gmail.com

Jangan lupa klik tombol di bawah ini untuk share ke teman-teman dan bersama kita lestarikan budaya kita sendiri agar tidak hilang oleh jaman.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter