-->

Ads 720 x 90

Fiksioner Free Blogger Theme Download

Bekel, permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan.

Masih ingat permainan jaman dulu, admin pernah ngerasain lho dulu waktu kecil sempat main bekel juga... hehehehe Permainan bekel sebenarnya banyak dimainkan oleh anak perempuan karena lebih banyak duduk dari pada harus lari-lari. Permainan ini dapat dilakukan sendiri maupun berramai-ramai. Bekel terdiri dari sebuah bola yang terbuat dari karet, dan beberapa biji bekel yang terbuat dari logam (kuningan). Intinya adalah mengambil biji bekel secepat mungkin sebelum bola memantul 2 kali. Pada awalnya biji bekel diambil satu per satu. Kemudian diambil dua dua, dan seterusnya hingga pada akhirnya seluruh biji bekel harus diambil dalam sekali genggaman ketika bola bekel dilempar ke lantai dan memantul kembali. Setelah itu biji bekel harus di susun tegak satu per satu, dua dua dan seterusnya. Setelah itu biji bekel di susun miring ke kiri dan selanjutnya miring ke kanan.

Ini untuk penjelasan Permainan bola Bekel


Dengan sebuah bola karet kecil dan biji kuningan, paling sedikit dua anak bisa memainkan bekel. Diundi dulu, untuk menentukan urutan pemain. Dasar permainan ini adalah mengubah posisi biji kuningan setelah bola dilambungkan ke atas. Biasanya dimainkan tiga babak, dari mengambil satu biji, lalu dua biji hingga tiga biji kuningan sekaligus. Mengubah biji dari posisi duduk ke berbaring atau sebaliknya. Dari permainan ini kita tahu, ada “aturan’ yang selalu harus kita ikuti. Sementara bila melanggarnya, kita salah dan kalah.

Buat penjelasan lebihnya seperti berikut :


Set pertama:

Bekel diambil satu satu. Ngambilnya sama lemparin bola dengan satu ketukan di lantai (ga boleh lebih dari 1). Jadi lempar bola, ambil bekel, tangkap bola. Ulang sampe bekelnya abis.


Sesudah bekelnya abis, lempar bola lagi, lepasin semua bekel kembali ke lantai, tangkap bola lagi, dan sekarang bekel harus diambil dua dua. (kalo ga salah namanya cek. Cek dua, cek tiga, gt yah?) Lempar bola, ambil 2 bekel, tangkap bola. Ulang sampai bekel habis.


Terus tiga-tiga, dst, terus empat2, terus lima2, dst. (biasanya mainnya pake 5-6 bekel).

Set pertama selesai.

Set kedua baru boleh dilakukan setelah set pertama selesai. Btw kalo misalnya pas masih ambil tiga tiga terus screwed up (ga sempet nangkap bola, atau nangkepnya kurang, pokoknya melakukan kesalahan gt, berarti gantian orang laen yg maen. Inget2 tadi sampe mana, nanti kalo gilirannya maen, terusin maennya ntar ambil 3 lagi - misalnya).

Set kedua:

Bekel sekarang diatur satu-satu 'berdiri' (namanya pet/pit). Lempar bola, atur bekel, tangkap bola. Ulang sampai semua bekel jadi pit. Terus kombinasi ama set pertama. Jadi pertama diambil satu2. Terus sesudah itu diatur lagi, terus diambil dua2, dst.

Set ketiga:

Seperti set kedua, tapi bekelnya terbalik dari set pertama (namanya roh).

Set keempat:

Seperti set kedua, tapi bekelnya dibuat tidur dengan sisi polos menghadap ke atas. (ini yg aku ga tau namanya)

Set kelima:


Seperti set kedua, tapi bekelnya dibuat tidur dengan sisi yang diberi titik menghadap ke atas.


Kalo udah selesai set kelima, baru boleh NASPEL!!!

Naspel:
Dimulai seperti set kedua, semua bekel dibuat pit. Tapi nggak diambil. Sesudah jadi pit semua, terus semua dibuat roh, lalu semua polos, lalu semua titik. Satu-satu. Khusus naspel, kalau screwed up pas naspel pada saat apa aja ,nanti pada gilirannya lagi tetap harus dimulai lagi dari pet.


Nah kalo udah naspel kelar, berarti 1 game selesai
Trus mulai lagi Set pertama, terus set kedua tapi sekarang ngaturnya dua dua. Lempar bola, atur 2 bekel jadi pit, tangkap bola.


Pokoknya makin lama makin susah ,biasanya mainnya orang banyak.

Jadi ingat masa lalu ya.. :)


Sumber :"http://www.budaya-indonesia.org/iaci/Bekel"
"http://www.pontianakpost.com"
Semoga artikel Bekel, permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan. bisa menambah wawasan bagi sobat mbudayajawa yang mampir kesini, kalau sobat mbudaya jawa mempunyai cerita tentang tradisi, kesenian, budaya yang terdapat di daerah sobat mbudayajawa bisa langsung di kirimkan ke mengenalbudayajawa@gmail.com

Jangan lupa klik tombol di bawah ini untuk share ke teman-teman dan bersama kita lestarikan budaya kita sendiri agar tidak hilang oleh jaman.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter