-->

Ads 720 x 90

Fiksioner Free Blogger Theme Download

Mitos berembun

Sebagai orang yang telahir dalam budaya dan adat istiadat Jawa pada beberapa tahun yang silam, saya masih merasakan beberapa hal yang berbau mitos dan legenda. Hal tersebut tercermin dari adanya larangan, peringatan dan segala pernik tradisional yang berlangsung setiap hari.

Dari beberapa hal tersebut, kadang saya berpikir bahwa sebenarnya nenek moyang kita itu begitu arif dalam menyikapi alam dan gejala di sekitar kita. Akan tetapi dengan tingkat pengetahuan dan teknologi yang terbatas sering hal-hal diluar batas nalar harus dijelaskan kepada anak cucunya dalam bahasa legenda dan mitos. Hal ini tampak pada legenda lindhu/gempa (nagagini), gerhana bulan (bthara kala).

Alkisah, jika terjadi gempa bumi, dan si anak kecil bertanya tentang apa yang sedang terjadi. Alih-alih menjelaskan bahwa terjadi pergeseran tanah akibat lempeng bumi yang bergerak, si orang tua dengan enteng berkata, bahwa ular besar Bthari NagaGini, isteri Bima sedang lewat.

Lucunya, jika episentrum gempa ada di sisi selatan, dan getaran bergerak ke utara, maka dikatakan bahwa si ular besar sedang bergerak ke arah utara. Meski hal ini dirasa konyol, saya dulu ya manut dan turut mengamini keterangan orang tua saya. Lantas mengkhayalkannya, seandainya saya bisa masuk tanah dan naik di badan Naga Gini, saya akan sampai di laut utara. Hgggghhh!!

Adapula mitos yang dipakai oleh para orang tua sebagai cara untuk menerjemahkan larangan / peringatan terhadap hal yang layak atau tidak layak dilakukan. Mitos juga digunakan untuk memberikan sugesti agar anak dapat menghadapi tantangan / rintangan dengan tabah dan sabar.

Dalam ingatan benak saya, beberapa hal berikut adalah contohnya:

- jangan berdiri di muka pintu yang terbuka, mitosnya ntar dijauhkan jodohnya

ini sebenarnya dimaksudkan agar kita tidak berdiri di muka pintu, secara pintu adalah jalan bagi semua orang untuk keluar masuk, sehingga keberadaan kita bisa menghalangi orang lalu lalang.

- jangan berdiri di belakang pintu yang tertutup, mitosnya ntar dimakan buto ijo

jelas saja ini dimaksudkan, agar si anak terhindar dari kejedug pintu akibat pintu dibuka orang tiba-tiba dari ruang sebelah.

- perempuan kalau nyapu harus bersih, mitosnya kalau tidak bersih ntar suaminya brewok.

Jelas saja harus bersih, daripada ngulang nyapu lagi. Tetapi jika terlalu bersih, apakah kelak dapat suami botak?? kalau ini tanya pamantyo deh, apakah dulu isterinya nyapu ndak bersih?! :-)

- lempar gigi yang tanggal (gigi bawah) ke atas genting, atau ke tanah berpasir (gigi atas) mitosnya biar cepet tumbuh

mitos ini dimaksudkan agar si anak tidak kuatir dengan tanggalnya gigi mereka. Biar mereka juga punya optimisme serta tidak larut dalam rasa malu akibat gigi ompong.

- masukkan batu ke kantong, mitosnya untuk menahan rasa kebelet pup!

ini sebagai sugesti terutama kepada orang yang lagi mengidap diare. Padahal gak ngefek apa-apa. Tetapi dalam beberapa kasus, terbukti manjur juga. Biasanya para perempuan yang sering mengalami hal ini.

- anak kecil ndak boleh makan ‘brutu’, mitosnya ntar cepet lupa atau anak kecil harusnya makan kepala dan cakar ayam saja, mitosnya biar kelak bisa jadi boss dan pinter cari duit.

Wah kalau ini akal-akalan para orang dewasa agar mereka bebas makan daging, sementara si anak cukup diberi tulang dan sedikit daging. Dasar orang dewasa gak tahu diri.

- curilah setangkai bunga kranthil pada rangkaian bunga di keris pengantin laki-laki (bagi jombloer cowok) atau di gelungan pengantin perempuan (jombloer cewek), mitosnya supaya cepet dapat jodoh.

sugesti kepada para jomblo agar cepat-cepat kawin (lagi). Sebenarnya gak ngefe-ngefek amat. Yang penting niat dan keberanian.

- mintalah bedak (talk) sisa pakai dari yang dioleskan ke jabang bayi, dan oleskan ke perut wanita yang belum diberi keturunan, mitosnya agar cepat mendapat keturunan.

Walah… sugesti saja biar gak terlalu cemas dan masih memiliki harapan untuk memiliki anak.

- Bahwa gerhana bulan disebabkan dimakan Bethara Kala. Pukul Lesung. Nanti bualnnya akan dimuntahkan kembali.

Ini untuk menjawab ketidaktahuan ilmu nenek moyang akan konsep umbra dan penumbra dalam proses gerhana.

Tetapi ada juga legenda dan mitos yang diyakini begitu kuat oleh masyarakat Jawa seperti pada cerita legenda Nyi Roro Kidul, Roro Jonggrang dan sebagainya, yang kadang ada sangkut-paut dan bukti-bukti sahih. Sehingga kadang untuk tidak mempercayainya juga sebuah perujuangan.

- kalau biasa mabuk perjalanan, taruh plester ke puser

Hal ini dipercaya bisa menghalangi angin yang masuk ke perut lewat puser. Memangnya bisa angin masuk?

- kalau hamil taruh benda tajam seperti kancing di baju

Ini mitos dilakukan karena pada beberapa kasus ada janin yang hilang dalam kandungan setelah diusap oleh sesorang tak dikenal (biasanya ibu-ibu tua) untuk menyempurnakan ilmu tenung dan agar awet muda. Ilmu itu katanya memang ada dan sekarang sudah hampir punah. Who knows? Ada gak yang bisa menelaskan hilangnya janin dari rahim ini?

Dari beberapa mitos dan legenda tersebut ada juga mitos yang konyol berikut:

- Lelaki jawa sebaiknya jangan menikah dengan perempuan sunda, nanti salah satu akan mati

- Jangan terlalu sering makan di restoran china, nanti tua kaya babi.

alasannya (versi saya):

- kalau lelaki jawa menikah dengan perempuan sunda berat di ongkos, karena jauh BBM naik.

- makan jangan ke restoran. karena mahal.

Halah… mitos.. oh mitos…. Mau dipercaya kok sudah bukan jamannya lagi, tetapi kalau tidak percaya begitu saja kok ya kadang cocok dengan gejala alamiah. Bingung dah… Life must go on aja deh..

Anda punya mitos lain yang lebih konyol ??? atau mitos yang sering cocok dengan kejadian nyata?

http://tetes-embun.org/?p=144
Semoga artikel Mitos berembun bisa menambah wawasan bagi sobat mbudayajawa yang mampir kesini, kalau sobat mbudaya jawa mempunyai cerita tentang tradisi, kesenian, budaya yang terdapat di daerah sobat mbudayajawa bisa langsung di kirimkan ke mengenalbudayajawa@gmail.com

Jangan lupa klik tombol di bawah ini untuk share ke teman-teman dan bersama kita lestarikan budaya kita sendiri agar tidak hilang oleh jaman.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter